Jumat, 16 Oktober 2009
BUDAYA KUANSING
Pacu jalur merupakan tradisi yang sangat dibanggakan oleh masyarakat kuantan singingi. Perayaan ini diadakan sekali dalam satu tahun yang diikuti oleh jalur yang berada di Kuantan Singingi. tidak hanya jalur yang ada di kuantan singingi saja, tetapi jalur dari kabupaten lainpun ikut menyemarakkan perayaan ini seperti dari Kabupaten INHU, Pelalawan, dan tidak ketinggalan pula jalur dari Pekan Baru. Perayaan pacu jalur dilaksanakan selama empat hari hingga mendapatkan juara. Jalur merupakan perahu berukuran besar yang muatannya 50-60 orang, ditambah dengan satu orang anak joki ( tukang tari ), timbo ruang, dan tukang onjai. Pacu jalur ini juga tidak terlepas dari unsur mistik. Dalam berpacu, tidak hanya adu laju jalur dan kekuatan anak pacu, namun juga ada istilah pawang jalur alias dukun. Menurut kepercayaan warga, walaupun jalurnya laju dan stamina anak pacunya kuat, namun tidak ada pawang yang hebat, maka jalur itu akan kalah. Namun demikian, kebudayaan ini lama kelamaan akan punah jika tidak dilestari. Hal ini disebabkan oleh kayu - kayu besar yang menjadi bahan pembuat jalur sudah hampir punah. Untuk menghindari hal ini, marilah kita galakkan usaha - usaha seperti penanaman seribu pohon, menghentikan ilegal logging, dan hal - hal lain yang dapat melestarikan kayu untuk dibuat jalur. Untuk Tahun ini, yang keluar menjadi juara pertama adalah jalur Puti Mandi Mayang taurai dari Kecamatan Kuantan Mudik setelah berjuang keras mengalahkan jalur Toduang biso Rimbo Piako yang juga berasal dari Kuantan Mudik yang tahun lalu mendapat juara satu. Untuk itu Selamat kepada jalur Puti Mandi Mayang Taurai.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar